Berita

Heri

Heri

20171024satiruk_1

Sampit (Antara Kalteng) - Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memiliki banyak objek wisata yang belum digarap maksimal, salah satunya adalah Pantai Satiruk yang diibaratkan menjadi surga wisata alam masih tersembunyi.Sampit (Antara Kalteng) - Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memiliki banyak objek wisata yang belum digarap maksimal, salah satunya adalah Pantai Satiruk yang diibaratkan menjadi surga wisata alam masih tersembunyi.

"Sudah pernah ada wisatasan asing yang datang dan mereka sangat kagum dengan keindahan Pantai Satiruk. Suasananya benar-benar masih sangat alami karena belum terjamah kegiatan yang dapat merusak alam," kata Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami, di Sampit, Selasa.

20171005_124655_1000x600-1-696x418

SAMPIT – Kehidupan flora dan fauna yang berada dikawasan pantai Cemeti, Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan pemerhati para komunitas burung dunia.

Salah satunya species satwa liar yakni burung – burung yang berada dikawasan pantai itu tak luput dari sorotan kamera zoomnya. Kedatangan para kelompok komunitas pemerhati burung dunia ini menginjakan kakinya kepantai Cemeti, Desa Satiruk ,Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Rabu (4/10/2017).

Para bule-bule itu mengamati dan melihat secara langsung keindahan pantai yang masih orisinil. Termasuk jenis kehidupan flora dan fauna sekitarnya yang tak lain mereka abadikan dan kabarkan hasil survey keteman -teman lainnya sejumlah negara.

Camat Pulau Hanaut, Ir. H. Eddy Mashami, MM mengatakan, kalau kecamatannya telah dikunjungi pemerhati burung dunia dari berbagai negara. Mereka datang berombongan mengamati berbagai kehidupan burung-burung yang ada sekitar pantai tersebut. “Ada beberapa orang bule yang berkunjung melihat keidahan lokasi pantai sekaligus mengamati kicauan burung-burung dipantai itu,” ujarnya, kepada beritasampit.co.id, Rabu(4/10/2017).

Pemerhati satwa liar dari berbagai negara itupun tertarik dan senangnya melihat lokasi pantai yang indah yang menghadap ke laut jawa itu dengan pantainya ditutupi pasir-pasir putih yanh terbentang memanjang menutupi kawasan pantainya.

Dari inpormasi warga sekitar, kekayaan hayati pantai Cemeti tak hanya sejumlah burung saja, melainkan didaratannya juga ada sejenis satwa bakantan dan lainnya. Disamping itu juga, sekitar kawasan pantai itu, terkadang muncul pasies didalam air laut seperti penyu berwarna hijau yang sewaktu-waktu datang menetaskan telurnya.

Baca Juga:   Sidang Paripurna DPRD Kotim Pagi Ini Dibatalkan, Kenapa?!

Dari keindahan alamnya yang masih perawan itu membuat kehidupan satwa liar betah didalamnya, begitu juga suara burung-burung yang hinggap didahan ranting-ranting pohon sekitarnya berkicauan.

Ketertarikan para bule-bule itu tertuju pada satwa liar yang ada sekitarnya, seperti berbagai pacies burung-burung yang berkumpul sekitar kawasan pantai yang menjadi pusat pemerhatiannya.

Mereka yang berkunjung dari berbagai negara sekalian menikmati keasrian indahnya pantai dengan spoy-spoy angin laut dan dibarengi suara ombak yang bersahutan pada sore itu menambah suasana rileks. “Komunitas pemerhati burung-burung dunia itu berasal dari warga negara, Inggris, Belgia dan Brazil. Mereka asyik mengambil moment hingga sore hari,” ujar Camat Eddy yang akrab di sapa. (mar/beritasampit.co.id).

20170816_140848_1000x600-696x418.png

SAMPIT – Lomba masak nasi tumpeng tradisional menghiasi rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim).

Kegiatan lomba masak tradisional di ikuti 14 desa, sekolah, UPK dan masyarakat umum berlangsung pukul 09.00 WIB di Aula Kecamatan, Selasa(15/8/2017).

Ketua penyelenggara lomba masak tradisional Kecamatan Pulau Hanaut, Sri Hartati, S,Sos mengatakan, yang dalam mendaftar dalam kegiatan lomba masak ada 12 regu peserta. Namum yang mengikuti hanya ada sebanyak 9 regu peserta.

Diantaranya, SDN 1 Bapinang Hulu, Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan, SMPN 1 Pulau Hanaut, PKK Kecamatan, Desa Hantipan, Desa Penyaguan, Desa Bapinang Hulu, Desa Babirah , Desa Bapinang Hilir Laut, Desa Serambut dan Desa Satiruk. “Aada 9 peserta regu yang ikut dalam kegiatan ini,” kata Sri Hartati usai mengumumkan regu peserta juara, Selasa (15/8/2017) siang.

Adapun lomba masak nasi tumpeng tradisional yang mendapat predikat juara setelah dilakukan oleh tim penilai, dan terpilih sebagai juara l desa Hantipan nilai 715, juara ll dari UPK Kecamatan nilai 685, juara lll desa Bapinang Hulu nilai 682, dan juara IV, desa Serambut nilai 680.

Hadir dalam acara lomba masak tersebut, Camat Pulau Hanut, Ir H Eddy Mashami, Sekcam Akhmad Zuhdi,Spd, Pos Danramil 1015-06, Polsek Pulau Hanaut, dan sejumlah panitia penyelenggara dan peserta regu yang berhadir dalam kegiatan lomba tersebut.

Sementara kegiatan lainnya yang juga turut mendukung kemeriahan HUT RI ke-72 tingkat Kecamatan Pulau Hanaut yakni; lomba sepeda hias, sepak bola, domino, senam masal, gerak jalan, dan jalan santai.

Kemudian pada senin, 17 Agustus 2017 pagi sekitar pukul 07.00 WIB pengibaran sang saka Merah Putih, kemudian berlanjut penurunan bendera pukul 16.00 WIB hingga acara selesai.

(mar/beritasampit.co.id)

20170804_091817_1000x600-696x418.jpg

SAMPIT – Camat Pulau Hanaut, Ir. H. Eddy Mashami, MM terus mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun aparatur pemerintahan desa dan masyarakat yang berada dilingkungannya untuk selalu waspada terhadap musim kemarau yang berdampak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikan saat melaksanakan serah terima jabatan(Sertijab) pada Senin 1 Agustus 2017 lalu saat pemindahtugasan Sekretaris Camat (Sekcam) Pulau Hanaut Ady Candra, SH, MH menjadi Sekcam Mentaya Hilir Utara (MHU) sedang Akhmad Zuhdi S.Pd, Sekcam Mentaya Hilir Selatan (MHS) ditempatkan mengisi sekcam Kecamatan Pulau Hanaut.

Dengan moment berharga itu, Camat Eddy Mashami yang akrab disapa pak Eddy mengingatkan masyarakatnya dimusim kemarau ini agar selalu waspada dari karhutla yang terjadi belakangan ini di Kecamatan tetangga. “Mari kita bersiaga dan waspada setidaknya jika terjadi karhutla kita bisa mencegahnya sedini mungkin,” ujarnya kepada para undangan yang hadir.

 

Selain itu katanya, laut sekitar pantai dan angin bertiup kencang dan ombak besar disungai Mentaya, jika kita bepergian atau menyeberang agar selalu berhati-hati dan gunakanlah sabuk pengaman atau pelampung. “Bagi yang sering bepergian dalam penyeberangan jangan lupa memasang pelampung,” ujarnya mengingatkan.

Tak hanya itu, lebih jauh dia mengingatkan kepada semua Kepala Desa, atau Penjabat Kepala Desa yang dilantik agar mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desanya masing-masing. Rencana pelaksanaan Pilkades serentak pada Oktober 2017 mendatang.

 

Menurut inpormasi kiranya, pilkades serentak berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2017 yang mana kecamatan Pulau Hanaut sendiri sudah mempersiapkan segala sesuatunya menjelang pasca pemilihan Pilkades serentak berjalan aman, tertip dan lancar.

Tak hanya itu sambungnya, penggunaan APBDes harus transparan dalam penggunaannya dan Kades maupun Pj Kades agar jangan lupa pasang baleho APBDesnya masing-masing. Pasanglah ditempat yang strategis, dimana masyarakat desa bisa melihatnya dengan jelas penggunaan angggaran tersebut.

“Saya mengingatkan agar bekerja sesuai peraturan perundang-undangan, dan jangan sampai melanggar apalagi menyangkut masalah hukum,” tandasnya.

(mar/beritasampit.co.id)

 

SAMPIT – Memasuki bulan Juli 2017 bagi daerah pesisir pantai khususnya desa Serambut, Satiruk dan Dusun Cemeti, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), agar berhati-hati kala melakukan aktifitas melaut seperti menangkap ikan agar waspada terhadap munculnya arah mata angin tenggara yang kencang.

Camat Pulau Hanaut Ir H Eddy Masyami kala mengunjungi Dusun Cemeti, Desa Satiruk, kepada beritasampit.co.id, Sabtu (1/7/2017) mengatakan, mengimbau khususnya kepada masyarakat Pulau Hanaut dan umum masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim), bahwa ombak besar telah memasuki perairan desa Serambut, desa Satiruk dan Dusun Cemeti yang berbatasan dengan laut Jawa.

Menurutnya, dari prediksi BMKG mulai terjadinya musim kemarau pada Juli 2017 ini. Kepada masyarakat yang ingin menyeberang maupun kelaut sekitar untuk lebih berhati -hati lagi karena ombak mulai besar terjadi sekitar dua desa itu.

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat Pulau Hanaut khususnya dan kotim umumnya bagi yang ingin berangkat pergi kelaut agar bertanya kepada masyarakat sekitar pantai itu. Karena masyarakat pantai lebih tau kala musim angin yang datang bertiup kencang,” ujarnya.

Tak hanya itu, masyarakat sekitar pantai yang selalu bergelut dengan laut, barang tentu sudah tau angin kencang datang. Mereka memprediksi berdasarkan pengalaman yang sejak dahulu mengetahui kondisi cuaca dilapangan.

“Saya menyarankan bagi masyarakat nelayan maupun warga yang hobby mancing dilaut lepas agar berhati -hati karena ombak laut sangat besar,” tandas Eddy Masyami menuturkan kepada beritasampit.co.id, Sabtu (1/7/2017) siang.

Dia juga mengimbau warga yang bepergian ke Kecamatan Pulau Hanaut yang menyeberangi sungai Mentaya agar memasang sabuk pengaman yakni, pelampung renang yang disediakan oleh awak taksi klotok tersebut. “Datangnya musim kemarau ombak di sungai mentaya turut besar dan kami selalu mengingatkan kepada masyarakat penyeberang untuk memakai pelampung renang,” pintanya menyarankan.

 

Camat yang senang melihat kondisi masyarakatnya dilapangan itu sangat perduli dan meminta fihak desanya agar menjaga kebun-kebun atau lahan-lahan miliknya dari dampak kemarau yang panjang yang diprediksi Juli 2017 mulai muncul. Sehingga kepada masyarakatnya untuk menjaga dampak terbakarnya kebun maupun lahan.

“Musim kemarau mulai muncul dan kami sudah mengingatkan warga masyarakat Hanaut maupun aparatur kepala desanya masing-masing untuk selalu waspada terhadap munculnya titik api akibat kemarau itu,” tandasnya.

(mar/beritasampit.co.id)


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/kecpulauhanaut.kotimkab.go.id/components/com_k2/templates/default/user.php on line 260
Page 1 of 6