Berita

Heri

Heri

AMPIT – Peringatan RA Kartini ke-138 di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, digelar berbagai kegiatan lomba mulai 25-26 April 2017.

Sebagai seorang pelopor emansipasi wanita Indonesia, RA Kartini yang dikagumi atas jasa-jasanya memperjuangkan hak kaum hawa yang diperingati selama dua hari di Aula Kecamatan berlangsung meriah.

Acara dikemas oleh panitia sedemikian rupa, nan menarik minat para wanita yang turut dalam peserta lomba yakni, mengenakan pakaian berpenampilan ala RA Kartini, Menyanyikan lagu RA Kartini dan hingga ditutup dengan lomba yang sangat menghibur yaitu, memasak nasi goreng sambil bergoyang bagi bapak-bapak serta diikuti para Kepala Desa.

Dan pembagian hadiah dorprzez kepada nomor tempat duduk penonton yang beruntung sengaja dipasang oleh panitia. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati HM Taufiq Mukri yang langsung turut memberikan penilaian sesi lomba masak nasi goreng pada pelaksanaan tersebut.

 

Suasana tampak mencair terkesan penuh haru dan bangga atas kebersamaan seakan terpatri diantara masyarakat dan pemerintahan.


Adapun tema yang diangkat dengan semangat RA Kartini kita tingkatkan kualitas hidup perempuan melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi kreatif untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Ketua Pelaksana kegiatan, Hj. Siti Priana Robama Masyami mengatakan, kita harus bangga mempunyai pahlawan perempuan seperti RA Kartini sebutnya. Karena dia, kita kaum perempuan terangkat harkat dan martabat dari tindakan yang membelenggu.

Semangat ingin maju bukan hanya baginya berkutat pada masalah urusan dapur dan kasur. Tapi melalui pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, bahkan pengetahuan praktek dan keterampilan sebaiknya bekal bagi seorang gadis menjadi ibu rumah tangga.

“Emansipasi wanita bukan berarti membuat kaum wanita untuk tampil kedepan dengan meninggalkan tugas mulianya sebagai Ibu rumah tangga,” ujar Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Pulau Hanaut.

 

Sebagai seorang ibu katanya, harus mendidik dan mengasuh anak-anaknya menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas. Namun sebagai wanita sambungnya, kita kaum perempuan ajaknya, harus mampu menempatkan dirinya sebagai manusia yang mau berperan aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

Tak hanya itu lanjutnya, peranan kaum wanita tak lepas dari dukungan bapak -bapak atau para suami. Sedang peran suami harus memberikan teloransi mengikhlaskan sebagian waktu yang menjadi haknya kaum ibu, sehingga keterampilan dan Sumber Dasar Manusia(SDM) kaum ibu semakin meningkat.

“Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun. Hendaknya jangan hanya pada peringatan ini saja. Melainkan melalui momentum ini, kita ilementasikan dengan menampilkan hasil karya cipta kita kaum wanita di Kecamatan Pulau Hanaut ini,” serunya.

(mar/beritasampit.co.id).

SAMPIT – Kecamatan Pulau Hanaut meraih juara 1 lomba masak menu tradisional khas daerah Kalimantan Tengah pada ajang pergelaran Festival Budaya Habaring Hurung 2017.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kabupaten Kotawaringin Timur di Taman kota Sampit, benar-benar memberikan inspirasi bagi kaum ibu-ibu khususnya bagi PKK Kotim.

Kecamatan Pulau Hanaut mampu meraih predikat juara pertama yang menyisihkan 17 Kecamatan se Kotim, Minggu (2 /4/2017). Rasa bangga dari kelompok tim PKK Pulau Hanaut. Mereka bersyukur atas keberhasilan timnya yang selama ini aktif berbagai kegiatan.

Tentunya, tak lepas dari kepemimpinan Camat Pulau Hanaut yang baru. Salah satunya kegiatan tim PKK bergerak maju selalu aktif dan turut menyemarakan lomba masak tradional pada ajang Festival budaya Habaring Hurung.

Ketua tim penggerak PKK Kecamatan Pulau Hanaut, Hj Siti Priana Robama Masyami ketika dikonfirmasi beritasampit.co.id Senin(3/4/2017) mengatakan sangat bangga mendapatkan juara pertama dalam lomba masak tradisional yang digelar di taman kota Sampit pada Minggu kemarin.

 

Keberhasilan meraih juara katanya karena kekompakan kekompak timnya dalam menyajikan kuliner has daerah tersebut. “Berkat kekompakan dalam tim kita berhasil meraih juara pertama,” ucapnya penuh bangga.

wp-1491190140374.jpg

Kekompakan ini tergambar sekitar empat bulan berjalan dalam masa jabatan itu, Siti Priana Robama Masyami yang akrab disapa Ema selalu piawai menggerakan tugas PKk yang diembannya. Dimana yang dulunya kelompok PKKnya sempat stagnan. “Itu juga atas kebersamaan dan kerja keras tim sehingga kita bisa meraih juara,” ucapnya merendah.

Sementata penganan yang dibuat oleh kelompok PKK Pulau Hanaut adalah sayur pucuk kunjui betutuk rembang pipit, sayur kaluk nyiur, wadi nila, otak-otak ikan jelawat, abon ikan gabus, kerupuk jelawat, pakasam undang.

Harapan kedepannya agar masakan khas bisa dikenal lebih luas lagi.

Untuk masakan unggulan kreasi baru Kecamatan Pulau Hanaut  yakni

 

1. Pekasam dengan bahan udang kecil-kecil difermentasi selama dua hari.

2. Ikan Wadi dengan bahan ikan basah dicampur dgn beras yg di goreng dan tumbuk kasar. Didiamkan selama selama 2 hari.

3. Sayur kaluk nyiur, dengan bahan kelapa muda yang belum ada isinya .

4. Sayur umbut pekat dengan bahan umbut pekat kanas dan ikan.

Selain itu, acara yang dilaksanakan mulai Minggu ( 2/4/2017) itu juga berbagai kegiatan acara yang digelar diantaranya, lomba masakan tradisional, lomba menyipet, lawang sakepeng, bayang atau bagasing, balogo, maneweng manetek dan manising (Menebang, memotong dan membelah).

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati H Supian Hadi S.Ikom, Sabtu (1/4) malam berlangsung meriah. Kegiatan tahunan itu akan terus digelar dan dilestarikan menjadikan khusus kotim dan umumnya Kalteng sebagai tempat tujuan wisata bagi para wisatawan lokal, Nasional maupun Mancanegara.

(mar/beritasampit.co.id)

SAMPIT- Taksi klotok penyeberangan menuju Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, semakin dibutuhkan masyarakat penggunanya. Taksi klotok merupakan satu – satunya alat transportasi sungai warga masyarakatnya. Selain membawa penumpang, juga membawa kendaraan roda dua.

Semakin banyak orang yang memakai jasa penyeberangan hingga banyak warga yang melirik usaha itu, dan beberapa masyarakatpun memanpaatkan tempatnya sebagai peyeberangan.

Dermaga khusus taksi penyeberangan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, sebelah laut pasar milik Cincu Adalah, Dermaga asal Transimigrasi yang digunakan khusus taksian klotok menuju ke arah Kantor Kecamatan Pulau Hanaut dan desa terdekatnya Babaung.

Dan juga, Dermaga taksi klotok yang memakai khusus Pelabuhan Dinas Perhubungan Samuda, seperti ,taksi dari desa Bapinang Hilir, Bamadu dan Babirah.

Selain juga pelabuhan penyeberangan khusus kendaraan yang dikelola warga masyarakat Samuda. Seperti milik warga Kelurahan Samuda Kota, desa Sebamban dan desa Sei Ijum Raya, yang didua pungsikan yakni, bongkar – muat ikan para nelayan dan tempat penyeberangan kendaraan.

Keperluan akan penyeberangan oleh warga masyarakat dua kecamatan sebelah selatan itu sangatlah dibutuhkan masyarakat daerah tersebut.

Pantauan beritasampit.co.id dilapangan, dalam sehari saja hingga perputaran penyeberangan beberapa desa itu mencapai ratusan unit yang bongkar muat kendaraannya, belum lagi warga masyarakatnya.

Sayangnya, standar keselamatan penumpangnya sangatlah kurang memadai, andai terjadi Laka Air bisa-bisa menimbulkan korban jiwa. Kiranya, perlu pengawasan  petugas terkait menerapkan standar keselamatan bagi penumpangnya.
Ruslan warga Desa Bapinang Hilir kepada beritasampit.co.id, Minggu (26/3/2017), menjelaskan, jumlah taksi penyeberangan ke Kecamatan Pulau Hanaut puluhan buah banyaknya. Dan itu katanya, tersebar dibeberapa desa, ada di desa Markati Jaya, ada dermaga Kecamatan, desa Babaung, Bapinang Hilir, Babirah.

“Masing-masing sebagian desa menyediakan tempat penyeberangan,” kata Ruslan kala mau menyebrang ke desanya.

Dikatakannya, untuk biaya menyeberang sama kendaraan terbilang mahal, kalau dibanding dari kapal penyeberangan antara Sampit ke Kecamatan Seranau yang hanya Rp 5.000 saja perkendaraan.

“Kalau disini tarif penyeberangan langsung bawa kendaraanya Rp 15.000, dan kalau orangnya saja Rp 5 ribu,” ujarnya.

(mar/beritasampit.co.id)

SAMPIT – Tim penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang baru saja menjabat, kini menghidupkan program kerja yang selama ini mandul.

Atas ide kesigapan serta evaluasi kerja yang dilakukan pimpinan kecamatan yang baru, tim penggerak PKK kembali menjalankan pungsinya. Tujuannya, agar tim kelompok PKK wilayah desa -desa yang berpotensi memiliki tenaga terampil yang berdayaguna diwilayahnya.

Salah satunya, program meningkatkan usaha produksi kecil dan menengah yang perlu mendapat perhatian. Baik hal pembinaan keterampilan yang pembuatnya semakin sedikit, dan permintaan pasar sangat begitu tinggi atas produksi itu.

 


Ketua tim penggerak PKK Kecamatan Pulau Hanaut, Hj Siti Priana Rabama Masyami ketika dikonfirmasi beritasampit.co.id, Senin (20/3/2017) mengatakan, pergerakan PKK perlu kita tingkatkan kedepannya. Mengingat desa-desa yang memiliki potensi diwilayah desa masih kurang pengkaderannya dan perlu kita tingkatkan kembali untuk lebih maju dan bersaing melalui pembinaan, ujarnya.

Dikatakannya, kita melihat produksi bakul atau tempat keranjang untuk berbelanja ke Pasar sangat laku dipasaran. Namun, bagi kaum ibu-ibu disini katanya, kurang tenaga pengolahnya. Padahal sambungnya, peluang usaha yang mereka buat sangat menjanjikan, tapi terbatas produksinya dan perlu kita lakukan pengkaderan tenaga nan terampil.

 

Salah satunya kata Siti Priana Rabama Masyami desa Babirah pengrajin anyaman bakul rapia yang mendapat kunjungan tim PKK nya. ” Kita melakukan rapat program pembinaan kader kepada kelompok pengrajin supaya membentuk pengkaderan. Setidaknya produksi bakul bisa dikembangkan lebih banyak lagi,” katanya optimis.

Informasinya, bakul (keranjang) terbuat dari bahan rapia yang produksinya berasal dari Kecamatan Hanaut sangat laris dipasaran. Sayangnya, produk bakul itu terbatas pembuatannya karena kurang tenaga terampilnya. Dan ini membutuhkan perhatian semua pihak.(mar/beritasampit.co.id)

AMPIT – Upacara apel pagi dan pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 17 setiap bulannya setiap pemerintahan memperingati Hari Kesadaran Nasional (HKN) salah satu agenda yang harus dilaksanakan.

Mulai dari pemerintahan Pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. Tak ketinggalan dengan pemerintahan Kecamatan Pulau Hanaut, turut serta melaksanakan upara Apel bendera HKN berlangsung dilapangan Sepak bola, Jumat, 17 Maret 2017. Turut hadir dalam apel bersama para jajaran ASN, semua Kepala desa (kades) , KUA, Kepala Sekolah, guru dan sejumlah pelajar.

Pada peringatan HKN yang bertindak sebagai Inspektur upaca (Irup) Camat Pulau Hanaut, Eddy Masyami, pengibar bendera sang saka Merah Putih oleh sejumlah pelajar, dan turut hadir dalam Apel HKN itu, unsur muspika, sejumlah kepala sekolah, guru , dan semua Kepala Desa (Kades), BPD serta staf, para pelajar SMK, SMP hingga SD.

Camat Pulau Hanaut, Eddy Masyami mengimbau, kepada jajaran dan instansi dinas terkait lainnya, agar pelayanan kepada masyarakat lebih ditingkatkan. Dirinya tidak mau ada pengaduan serta keritikan masyarakat terkait pelayanan terhadap kesehatan maupun pendidikan.

 

“Ini ada SMS maupun ke WA yang masuk melalui handphone saya tentang lemahnya pelayanan bidang itu,” tandasnya saat peringatan apel bendera pagi itu.

Tak hanya itu, Camat juga mengingatkan, kepada generasi muda atau pelajar agar selalu disiplin, rajin belajar agar menjadi anak yang cerdas dan pandai setidaknya bisa menjadi camat disini kelak. Dia juga melarang menyentuh apapun yang namanya narkoba, karena dengan narkoba merusak masa depan anak muda.

” Jauhilah narkoba jangan sampai menyentuh apalagi mengkonsumsinya,” tekannya kepada seluruh pelajar yang hadir.

Ditambahkannya, cuaca yang sebentar lagi menjalani musim kemarau agar warga berhati-hati dan selalu waspada terjadi kebakaran hutan dan lahan.

 

“Mari jaga Kamtibmas bersama dilingkungan kita masing -masing dan segera laporkan ke posko karhutla desa serempat,” ujarnya.

Selain itu dia, menghimbau kepada warga pinggiran sungai mentaya untuk berhati-hati menjalan aktifitasnya. Karena pada bulan Juni- Juli 2017 mendatang menurut perhitungan bianatang buaya sang predator musim asmara atau musim kawin. Biasanya reptil itu semakin agresif mengentai mangsanya.

“Hati -hati beraktivitas pinggir sungai Mentaya karena sang buaya lebih ganas dimusim kawin mencari mangsa,” pesannya.

Upacara Apel bendera berjalan lancar, dibarengi cuaca yang cerah dengan suasana penuh khidmat. Sebelumnya, acara setiap tanggal 17 sudah dua kali diperingati, yakni, pada 17 Pebruari dan17 Maret 2017 yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai. Sebagaimana acara HKN setiap tanggal 17 terus berlangsung, selanjutnya kepada semua Kades diberi kesempatan sebagai inspektur upaca HKN.

(mar/beritasampit.co.id)


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/kecpulauhanaut.kotimkab.go.id/components/com_k2/templates/default/user.php on line 260
Page 2 of 6