Berita

Heri

Heri

SAMPIT – Kecamatan Pulau Hanaut pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus deklarasikan bersama anti hoax.

Acara berlangsung dihalaman Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pulau Hanaut, Rabu (2/5/2018).

Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami dalam sambutannya mengatakan, bahwa Hardiknas yang kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia.

Bahkan ajaknya lagi mengatakan bahwa Presiden Ir Joko Widodo menggariskan, bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya.

” Manusia terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa,” tandas Eddy Mashami.

Tak hanya itu, katanya lagi, segala capaian yang kita raih sebagi individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan.

 

“Mutu jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Pastikan setiap manusia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya. Artinya kita, sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa,” imbuhnya.

Lanjut Eddy, mengatakan jika dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Dimana perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya.

” Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja dan tentu saja cara kita belajar,”ungkapnya.

 

Salah satu dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak menurut Eddy adalah apa yang mereka pelajari saat ini yang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya.

“Ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak. Memastikan apa yang mereka pelajari saat ini yang perlu kita perhatikan, kualitas karakter, kemampuan literasi dan kompetensi,”sebutnya.

Peringatan Hardiknas tersebut diikuti puluhan anak -anak SD, SMP dan SLTA. Turut hadir Polsek Hanaut, Danpos Airud Samuda, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Usai acara, lanjut deklarasi bersama perangi hoax dengan menandatangani lembaran spanduk yang bertuliskan anti hoax.

(mar/berita Sampit.co.id)

img_20180418_113700-1617192610-696x450.jpg

SAMPIT – Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami, MM usai apel Senin pagi (17/4/2018) lalu, melepas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk 14 desa yang ada di wilayahnya.

Pelepasan tim pantarlih sebanyak 60 orang sesuai Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih yang ada di Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Hal itu dimaksudkan, agar semua penduduk yang belum tercantum benar-benar terdata dengan baik dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pilleg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2019 mendatang.

Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami mengatakan, Kecamatan Pulau Hanaut, sudah melepas secara resmi Tim PPK untuk pendataan pemilih yang tercantum dalam data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang tercantum.

“Kita usai apel pagi kemaren melakukan pelepasan tim PPK tanda dimulainya kegiatan secara serentak dalam rangka Coklit kesemua desa Kecamatan persiapan Pilleg maupun Pilpres 2019 mendtang,” ujarnya,Rabu (18/4/2018).

Dijelaskannya, kegiatan Coklit adalah rangkaian agenda kegiatan pemilu 2019. Untuk Coklit, data penduduk yang berhak memilih antara data dari Disdukcapil dengan Kartu Keluarga (KK), KTP-e atau surat keterangan lainnya yang sah pemilih. ” PPK turun langsung menemui ke rumah-rumah penduduk,” katanya.

Lanjutnya, tim PPK, melakukan pencatatan dan perbaikan jika terdapat ketidaksesuaian, diantaranya, mencoret data pemilih yang meninggal, pindah penduduk dan usia yang wajib memilih. Disamping, mengisi data pemilih baru yang tidak terdaftar dalam DPPH.

Selain itu, petugas pantarlih menyampaikan penjelasan tentang pendidikan politik dengan harapan sadar pemilu bagi masyarakat pada pemilu 2019 mendatang. ” Petugasnya pantarlih untuk 14 desa Kecamatan Pulau Hanaut berjumlah 60 orang tersebar diserap desa berdasarkan jumlah TPS,” sebutnya.

(mar/beritasampit.co.id)

patai_satiruk.jpg

Sampit (Antaranews Kalteng) - Keindahan Pantai Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, makin banyak dikunjungi wisatawan meski infrastrukturnya masih terbatas.Sampit (Antaranews Kalteng) - Keindahan Pantai Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, makin banyak dikunjungi wisatawan meski infrastrukturnya masih terbatas.

"Kini makin banyak yang tahu keberadaan Pantai Satiruk. Di awal tahun ini saja sudah ada ratusan pengunjung yang sampai ke sana," kata Camat Pulau Hanaut, H Eddy Mashami di Sampit, Kamis.

Pantai Satiruk diambil dari nama desanya, yakni Desa Satiruk. Desa ini merupakan desa terujung di Kecamatan Pulau Hanaut yang langsung menghadap Laut Jawa.

Hamparan pasir putih sepanjang 25 kilometer, langsung memanjakan mata para pengunjung yang menginjakkan kaki di pantai ini. Pantainya bersih dan cukup aman untuk dijadikan tempat bermain air.

Pantai ini juga masih aman dari hantaman abrasi sehingga keindahan pantainya diperkirakan akan selalu terjaga.

Tiba di Pantai Satiruk, membuat wisatawan merasa menyatu dengan alam. Suasana hening dari hiruk-pikuk aktivitas manusia, hanya terdengar deburan ombak yang sesekali diselingi kicauan burung bersahutan.

Tidak hanya keindahan pantainya, Pantai Satiruk juga masih memiliki hutan bakau yang masih alami yang merupakan habitat berbagai jenis burung.

Pengunjung bisa dengan mudah mendapati sekawanan burung bangau, camar dan jenis burung lainnya sedang asyik mencari makan di pantai atau terbang bergerombol di sekitar rimbun pepohonan.

Untuk mencapai Pantai Satiruk, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam menuju Kecamatan Teluk Sampit. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menggunakan kelotok atau speed boat yang bisa mengangkut cukup banyak penumpang dengan biaya sewa sekitar Rp1,4 juta untuk pulang dan pergi.

Ada pula yang memilih menyeberang dari Kecamatan Mentaya Hilir Selatan atau Teluk Sampit, kemudian berpetualang melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor. Belum lama ini bahkan ada komunitas pecinta olahraga sepeda yang mampu mencapai Pantai Satiruk.

Sabtu (10/2) lalu, Eddy bersama komunitas Tim Ranjah Barataan Kecamatan Pulau Hanaut, melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor. Rombongan berjumlah 40 orang itu membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Desa Bapinang Hulu menuju Pantai Satiruk.

"Kegiatan itu untuk mengetahui sejauh mana kemudahan akses menuju Pantai Satiruk menggunakan sepeda motor. Selain itu juga untuk melihat secara dekat pembangunan yang telah dilakukan oleh masing-masing desa yang dilalui, sekalian bersilaturahmi dengan masyarakat," kata Eddy.

Eddy berharap pembangunan jalan dan jembatan menuju kawasan seberang bisa terwujud sehingga Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut tidak lagi terisolasi. Harapannya, perekonomian masyarakat dan pariwisata akan meningkat pesat.

Eddy yakin sektor pariwisata akan membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pantai Satiruk akan menjadi objek wisata idola baru, selain Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit.

SAMPIT – Tim yang baru saja dibentuk di wilayah Pulau Hanaut, adalah Tim Ranjah Barataan (TRB) Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menggunakan menggunakan motor trail puluhan penjelajah ini sambangi warga pesisir diwilayah selatan tepatnya di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut.

Hal itu dilakukan Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami bersama timnya melakukan perjalanan, Rabu (14/2/2018), menyusuri jalan Bapinang-Pagatan Kecamatan Pulau Hanaut, berangkat dari Ibukota Kecamatan, Desa Bapinang Hulu.

Merekapun melakukan perjalanan darat yang terkenal kesulitan medannya karena infrastruktur jalan yang masih seperti lorong setapak karena kondisi jalan sebagian banyak daerah rantauan.

Karena luasnya wilayah sehingga tak ada penduduk yang berpenghuni disekitarnya. “Jalan yang kita lalui sedikit menyempit karena ditumbuhi rumput-rumput liar yang menutup jalan sekitarnya,” ujar Eddy yang akrab disapa kepada beritasampit.co. id, beberapa waktu lalu.

Tim TRB yang melakukan perjalanan menjelajah kepelosok desa yang terpencil pada siang sekitar pukul 13.00 WIB dengan menyusuri jalan Kabupaten yang disebut Jalan Bapinang – Pagatan kiranya masih perlu perbaikan, karena kondisi jalan tersebut masih ada yang kondisi tanah dan sebagian berbantu belah dan kini sudah banyak yang berlobang-lobang besar.

Apalagi kalau terjadi musim penghujan kondisi jalan pastinya akan sulit dilalui dan penuh segala tantangan. Begitu juga jembatan penghubung kedesa-desa tetangga masih perlu pembangunan dan perbaikanya. Karena sebagian ada beberapa jembatan yang memperihatinkan kondisinya.

“Perjalanan penjelajahan menggunakan motor trail terbilang banyak tantangannya. Tapi kalau di lalui serta dinikmati sangat membahagiakan,” katanya. Terlebih kata Eddy, kita bisa bertemu warga dan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat pelosok.

“Asyik dan bahagianya hati kala bertemu masyarakat pelosok yang jauh dari Ibukota Kecamatan. Sebelumnya mereka hanya tau nama camat saja. Kini kita bertemu bagaikan keluarga dan saling menyapa dan bercerita. Ditambah penyambutan mereka dengan menghidangkan minum-minum buah segar kelapa muda,” ujar Eddy Mashami menuturkan perjalanannya.

Lanjutnya, perjalanan dengan menggunakan motor trail saat menempuh perjalanan banyak hikmahnya. Terjalinnya rasa kebersamaan diantara warga masyarakat dan saling bisa langsung kenal mengenal.

 

Terlebih dengan adanya group atau tim baru kita bentuk selalu menambah motivasi dengan bahu membahu dan tumbuh rasa dan sifat kegotong- royongan, saling kebersamaan dalam melakukan perbaikan serta pembangunan.

“Dengan adanya anggota TRB Kecamatan ini, tercipta rasa persaudaraan dan keinginan bersama warga masyarakat pelosok lebih-lebih dalam pembangunan wilayah desanya,” ujar Eddy terharu.

Tak terasa perjalanan dari Tim TRB yang menelusuri perjalanan daratnya sangat mengesankan, terlebih masih bisa terisolirnya jalan darat meskipun tak semulus jalan kabupaten kecamatan lainnya.

“Perjalanan yang kita tempuh cukup mengasikkan. Apalagi dengan bersinggah di desa-desa yang kita lalui dengan beristirahat sejenak,” katanya. Perjalanan TRB dengan menempuh jalur darat berjarak sekitar 45 Kilometer itu dengan waktu sekitar 2 jam cukup melelahkan.

“Rasa lelah terobati kala rombongan tim sampai kepesisir desa pantai Satiruk sambil menikmati panorama alam dan keindahan pantainya. Banyak burung-burung laut terbang dan singgah dipasir pantai mencari makan. Dihembus.dengan sepoi-sepoi angin laut dan debur suara ombak yang bersahutan menmbah suasana rileks,” tuturnya.

(mar/beritasampit.co.id)

SAMPIT – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Rencana Kerja Pembangunan Daerah( RKPD) tahun 2019, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung, Senin (15/1/2018) banyak utusan peserta.

Rapat Musrenbang RKPD dimulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 14.00 WIB dihadiri banyak utusan dari perwakilan bidang Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) sehingga ruang penuh sesak. Pada rapat tersebut terbagi dalam tiga sesi yakni, Bidang Kesra, Ekonomi dan Fispras (Fisik dan Prasarana).

Ketiga ruang rapat itu, dipenuhi oleh beberapa perwakilan Dinas Instansi terkait, mereka yang mewakili bidangnya masing-masing dari Kabupaten turut hadir. Sampai – sampai kursi diruang yang ada penuh sesak.

Bahkan banyak diantara mereka duduk dan berdiri depan pintu dan duduk -duduk diluar sambil mendengar dari kejauhan. Tampaknya masyarakat sedikit mengkritisi usulan penyusunan pembangunan melalui Musrenbang RKPD tersebut.

“Saking banyaknya peserta yang hadir, sehingga banyak peserta yang turut mendengarkan duduk diluar saja,” ucap salah satu peserta yang turut dalam rapat tersebut.

Rapat berakhir hingga pukul 14.00 WIB berjalan lancar. Kemudian dilanjutkan, penyampaian hasil kesepakatan rapat Musrenbang RKPD dari masing- masing bidang yang dibacakan pada forum akhir rapat.

Hadir dalam Musrenbang RKPD, yang mewakili Bupati Kotim, Kepala BPKAD, Drs Kusdinata, Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Masyami, MM, Anggota DPRD Hj Salasiah, Sag, Koramil 1015-06, Polsek Pulau Hanaut, SOPD/SKPD, para Kepala Desa, Puskesmas, UPT Disdik, Kepala Sekolah, tokoh Agama, Adat dan tokoh masyarakat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) Drs. Kusdinata, mengatakan, sebelum menutup kegiatan Musrenbang RKPD tersebut sangat mengapresiasi para peserta yang hadir bersemangat mengikuti hingga akhir.

“Menyepakati prioritas melalui rapat diskusi panjang lebar pada masing-masing kelompok hingga menyepakatinya,” ujarnya.

Berdasarkan diskusi tiga kelompok bidang tersebut, Musrenbang RKPD di Kecamatan Pulau Hanaut yang dipilah berdasarkan prioritas SOPD sebagaimana penanggungjawabnya yang dibacakan masing-masing perwakilan kelompok bidangnya yang menyampaikan.

“Sebagai tindaklanjut dari Musrenbang RKPD demikian, maka saya sampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian kita semua,” pesannya. Pertama katanya, pelaksanaan program dan kegiatan, baik tingkat Kabupaten dan desa harus bersinergi.

“Jadi harus seirama dari desa sampai kabupaten. Jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan. Misal ujarnya mencontohkan, Dinas Perhubungan membuat jalan atau jembatan. Lalu Dinas PU juga membuat pembangunan yang sama. Ini jangan sampai terjadi demikian,” pesannya.

Maka oleh sebab itu sambungnya, diperlukan koordinasi dan sinergitas yang berkesinambungan antara pemerintah Kabupaten dan Permintah Desa. Agar program dan kegiatan terlaksana dengan optimal, ujarnya.

Lanjutnya mengingatkan, SOPD Kabupaten juga mencermati dasar isian kecamatan yang menjadi kewenangannya sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal Rencana kerja Pemda Kabupaten tahun 2019.

“Kepada Camat segera menyampaikan hasil Musrenbang SKPD kepada Bupati melalui Kepala Bappeda Kabupaten Kotim berupa hak copy dan chekin copynya paling lambat tujuh hari setelah kegiatan ini. Semoga hasil Musrenbang RKPD Kabupaten di Kecamatan Pulau Hanaut ini bermanfaat bagi kita semua,” tutupnya.

(mar/beritasampit.co.id)


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /www/wwwroot/kecpulauhanaut.kotimkab.go.id/components/com_k2/templates/default/user.php on line 260
Page 5 of 6