SAMPIT – Sebanyak 14 Desa se- Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan rapat evaluasi pelaksanaan APBDes 2017 dan serta penyusunan RAPBDes 2018 berlangsung di aula Kecamatan, Selasa (9/1/2018).
Rapat yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dibuka Camat Pulau Hanaut, Ir. H. Eddy Mashami didampingi Sekcam Akhmad Zuhdi,S.Pd, dan penyampai materi oleh Adjid Ainurahman Kabid Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Desa mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kotim.
Dalam forum rapat itu, semua desa diberikan kesempatan memaparkan segala hasil pelaksanaan kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017 dan sekaligus melakukan tahapan penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) untuk tahun 2018.
Sementara itu, Adjid Ainurahman mengingatkan kepada semua Kepala Desa (Kades) hadir mengharapkan, dalam melaksanakan anggaran setidaknya harus terserap 75 persen dari APBDes. Dan sebaiknya melakukan pekerjaan harus dengan swakelola.
Untuk itu, katanya, sistem sekarang menggunakan aplikasi Siskeudes buat operasional. “Kita tidak boleh menggunakan dana operasional lebih dari 30 persen. Jadi intinya, Kita harus tau aturan operasional sesuai standar Siskeudes,” jelasnya.
Dikatakannya, penyusunan APBDes juga harus melalui proses tahapan-tahapan yang benar. “Tolong Pak Kades belajar di Permendagri nomor 114, masalah tahapan pembangunan, dan itu sudah lengkap aturannya,” terangnya.
Lanjutnya mengingatkan, andai kemudian ada keraguan tentang aset, konsultasikan dulu dengan fihak Kecamatan maupun fihak Kabupaten yang terkait. Jangan-jangan sarana yang sudah terjadi baru dilaporkan ? Kan, ini jadi buat susah penyelesaiannya.
Artinya, resikonya apabila itu tidak ada jalan keluarnya, ya, mengembalikannyalah. “Nah inilah yang perlu hati-hati dalam memulai pekerjaan, apapun yang dilakukan lebih baik dimusyawahkan dengan Badan Permusyawatan Desa (BPD),” tandasnya menyarankan.
Maka untuk itu, bersinergilah dengan BPD, karena dia lembaga yang pungsinya adalah pengawasan, beritahukan aja kalau memang tidak pas. Sampaikan aja pada fihak pemerintah desa. Sehingga persoalan tidak mengembang keluar.
Bahayanya kalau ada fihak-fihak luar yang turut memperkeruh persoalan itu. Sekarang katanya, dengan adanya fihak Kepolisian yang turut dalam pengawasan. Dan kita bisa jadi bersama-sama mengawasi.
“Bisa saja dimusyawahkan dengan pihak ke Polisian setempat, apa yang diminta masyarakat dan apa yang akan dilaksanakan. Saya menyarankan khusus Dana Desa (DD) betul-betul dalam pelaksanaan melalui proses tahapan-tahapan harus dilakukan. Karena dari pengalaman-pengalaman desa itu bermasalah adalah, mereka tidak melalui proses musyarawah dari awal perencanaan hingga pelaksanaannya,” tandasnya mengingatkan.
(mar/beritasampit.co.id)
SAMPIT – Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ Kegiatan dibuka secara resmi, di Desa Babaung, Minggu (3/12/2017) dan berlangsung hingga, Selasa (2/1/2018) mendatang.
Kegiatan yang dilakukan di penghujung tahun, merupakan yang pertama dan terobosan yang digagas oleh Camat Pulau Hanaut. Rencananya setiap akhir tahun untuk dijadikan kegiatan rutin masyarakatnya.
“Kami sengaja menyelenggarakan memilih malam pergantian tahun ini dengan kegiatan MTQ, ” ujar Camat Ir. H Edyy Mashami, Minggu malam.
Kegiatan MTQ ini juga kata Eddy sapan akrabnya, memacu warga masyarakatnya yang religius untuk lebih mencintai akan seni baca Al-qur’an sebagai pedoman serta bekal kehidupan di dunia dan akhirat.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan dari kegiatan MTQ itu adalah memberikan pemahaman, penghayatan dan pengamalan isi kandungan kitab Suci Al-qur’an, meningkatkan syair dan ukhuwah Islamiah. Serta melestarikan budaya-budaya Qur’ani bagi bangsa ini, khususnya Kecamatan Pulau Hanaut.
“Dengan ditanamkannya kegiatan keagamaan ini secara rutin setiap tahunnya setidaknya menjauhkan dari kenakalan generasi muda dari pengaruh narkoba yang merusak masa depan bangsa,” tandas Eddy Masyami.
Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara MTQ Kecamatan Pulau Hanaut, H Syarun mengatakan, kegiatan ini merupakan seleksi MTQ Kecamatan yang di ikuti sebanyak 14 desa se Kecamatan Pulau Hanaut.
“Adapun jumlah peserta yang turut berpartisipasi sebanyak 85 orang utusan kafilah dari kelompok usia anak-anak, remaja dan dewasa. Ada 8 cabang kegiatan lomba yang dipertandingkan, Tartil, Tilawah, Tahfiz 1 juz, 5 juz, 10 juz, Khat ,Syaril dan Fahmil Qur’an,” terangnya.
Ditambahkannya, bagi desa yang memiliki prestasi terbanyak akan membawa piala bergilir yang akan dilombakan setiap tahunnya.” Bagi desa yang juara umum mendapat piala bergilir dari Camat dan hadiah-hadiah lainnya,”sebutnya.
(mar/beritasampit.co.id)
SAMPIT – Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), turut menggelar kegiatan peringatan Hari Ibu yang ke-89 berlangsung di aula Kecamatan, Jumat (22/12/2017) pagi.
Adapung kegiatan tersebut bertemakan ” Kemandirian Perempuan Yang Bebas Dari Kekerasan Menuju Kehidupan Damai dan Sejahtera” tersebut dihadiri unsur muspika kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, PKK serta ibu-ibu undangan.
Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami mengatakan, pada kegiatan peringatan hari ibu ke-89 iya meminta supaya yang hadir pada acara tersebut dapat mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan.
Sebab menurutnya, kaum perempuan turut berperan pada masa perjuangan menghadapi penjajah, bersama-sama kaum laki-laki untuk merebut kemerdekaan untuk meningkatkan kwalitas hidup masyarakat Indonesia yang lebih maju.
Maka tekad bulat itulah, tambah Eddy sapaanya ini, kaum perempuan dalam mewujudkan kemerdekaan dilandasi cita-cita serta semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur.
“Hal itu yang dideklarasikan pertama kali dalam kongres perempuan Indonesia pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, Peristiwa ini sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia yang diperingati setiap tahunnya,”terangnya.
Tidak hanya itu, dia mengatakan bahwa komitmen pemerintah dengan diterbitkannya keputusan pemerintah (PP) nomor 136 tahun 1959 yang menetapkan 22 Desember sebagai hari ibu nasional.
Dari itu peringatan hari ibu, kata Eddy, menunjukan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh proses sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki.
Sehingga keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan segala bidang pembangunan.
“Momentum hari ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan bagi kita semua demi kesetaraan dalam membangun peradaban,” tandasnya.
Pada acara tersebut, dia mengapresiasi kepada organisasi wanita, yang memberikan andil buat pembangunan, dengan sumbangsih saran, pendapat dan arahan buat pembangunan.
“Wanita sekarang ini sudah turut serta dalam pemerintahan, ada yang menjadi kepala seksi, kepala sekolah, guru, dokter, perawat, anggota dewan, damang, dan banyak lagi wanita menduduki jabatan-jabatan strategis lainnya,” puji Eddy.
Pada akhir acara, ada pemberian bantuan berupa bingkisan buat ibu-ibu atau janda-janda tua yang turut dalam peringatan hari ibu tersebut.
(mar/beritasampit.co.id).
SAMPIT – Sebanyak lima kepala desa (Kades) di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan serahterima jabatan (Sertijab)yang disaksikan langsung Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri, bertempat di Aula Kecamatan setempat, Jumat (15/12/2017).
Sertijab dari Penjabat (Pj) Kades kepada Kades terpilih digelar setelah beberapa waktu lalu mereka dilantik serentak di Stadion 29 November 2017.
Kelima Kades yang melakukan Sertijab yakni Misrani SPd selaku Kades Babaung, Ahmadi selaku Kades Bantian, Suhadi selakj Kades Markati Jaya, Migran MT selaku Kades Serambut, dan Asra selaku Kades Satiruk.
Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan sertijab ini, karena usai dilantik beberapa waktu lalu dengan waktu segeranya melaksanakan Sertijab.
“Selamat kepada kades yang terpilih. Selamat bertugas. Kepada Pj kades, kami mengucapkan terima kasih karena telah melaksanakan tugas selama ini dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami menambahkan, sertijab telah dilakukan bersama. “Saya harap kades terpilih harus merangkul seluruh elemen masyarakat. Karena kita, adalah untuk masyarakat tanpa terkecuali. Artinya, kita adalah milik orang banyak, termasuk Kades yang baru saja melakukan Sertijab,” ujarnya.
Dia berpesan, buatlah keterbukaan dalam membangun desa, janganlah anti kritik. Kepada yang mengeritik pun, katanya, berilah kritik yang konstruktif.
“Mari kita membangun desa demi kemajuan bersama, kepada Kades yang sudah dilantik dan Sertijab, selamat bertugas,” pintanya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan sertijab itu tampak hadir unsur Tripika, dinas Instansi terkait, para kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan ketua RT/RW, serta masyarakat. (mar/beritasampit.co.id)
Akibat kemunculan binatang buaya dikali Mentaya beberapa waktu lalu sekitar kawasan desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi kewaspadaan masyarakat desa tersebut.
Kemunculan sang predator berdarah panas itu menjadi khawatiran pejabat di daerah itu, dan secepatnya mengatasi pencegahan agar warga bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
Camat Pulau Hanaut, Ir. H. Eddy Masyami usai melaksanakan rapat koordinasi desa se Kacamatan, Senin (6/11/2017), di Aula Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, secara simbolis langsung menyerahkan bantuan jaring pengaman untuk pendiding hewan buas agar tak bebas memasuki areal teras rumah warga pinggiran sungai tersebut.
Bantuan jaring pengaman diberikan kepada warga yang berdampak langsung yang memang rumah panggungnya rendah berada dibibir sungai Mentaya. “Kita memberikan bantuan kepada warga masyarakat desa Hanaut untuk 10 buah jaring pengaman untuk masing-masing sepuluh rumah warga yang berdampak,” kata Eddy Masyami.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu, warganya yang tinggal dipinggiran sungai itu ketakutan dan sempat kaget akibat munculnya sang binatang buas itu naik keteras rumah panggung warga karena air pasang tinggi.
Dengan diberikannya bantuan jaring pengaman ini, kata Eddy, setidaknya memberikan rasa aman dan nyaman warga untuk beraktivitas lagi.
Eddy berpesan, kepada warga agar berhati-hati saat bekerja yang keterikatan dengan pinggiran sungai, dan selalu waspada untuk itu kita harus berhati-hati.
Dia berharap, dengan adanya bantuan ini mudah-mudahan saja bisa mengurangi rasa trauma masyarakat yang berdiam dibantaran sungai, yakinnya.
Namun, dia katanya, kalau sebagian ada yang belum dapat agar tetap bersabar dan berhati-hati. Untuk tahun depan akan kita usulkan lagi penambahan alat jaring pengaman itu.
Kepada warga agar waspadalah, jangan sampai langsung bersentuhan dengan air kali sungai Mentaya sebelum ada rengge pengamannya. Setidaknya kalau mengambil air mengunakan menggunakan gayung timba yang bertali, pesannya.
Lanjutnya mengharapkan, mudah-mudahan kepada dinas dan instansi terkait lainnya memberikan solusi bagaimana bisa mengatasi masalah ini bersama, pintanya.
Sementara, kepala desa Hanaut, Ardiansyah menambahkan, warganya yang tinggal persis dibibir pantai kali Mentaya sangat berterima kasih atas kepedulian kecamatan memberikan bantuan jaring pengaman kepada warga disini.
Menurutnya, sebenarnya masih ada beberapa Rukun Tetangga (RT) yang berbatasan langsung dengan daerah yang rawan binang buas itu, yakni, pulau Lepeh dan Pulau Hanaut yang memang menjadi habitatnya binatang buaya tersebut.
“Penduduk yang tinggal disepanjang bantaran sungai ada sebanyak 4 RT, berjumlah sebanyak 82 Kepala Keluarga,” ujar kades.
Kami sebagai pemerintahan desa berterima kasih atas bantuan jaring pengaman yang diberikan kepada rumah tangga yang berdampak, mudah-mudahan tahun depan warga kami bisa menerima bantuan itu lagi, ujarnya. (mar/beritasampit.co.id)