Akibat kemunculan binatang buaya dikali Mentaya beberapa waktu lalu sekitar kawasan desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi kewaspadaan masyarakat desa tersebut.
Kemunculan sang predator berdarah panas itu menjadi khawatiran pejabat di daerah itu, dan secepatnya mengatasi pencegahan agar warga bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
Camat Pulau Hanaut, Ir. H. Eddy Masyami usai melaksanakan rapat koordinasi desa se Kacamatan, Senin (6/11/2017), di Aula Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, secara simbolis langsung menyerahkan bantuan jaring pengaman untuk pendiding hewan buas agar tak bebas memasuki areal teras rumah warga pinggiran sungai tersebut.
Bantuan jaring pengaman diberikan kepada warga yang berdampak langsung yang memang rumah panggungnya rendah berada dibibir sungai Mentaya. “Kita memberikan bantuan kepada warga masyarakat desa Hanaut untuk 10 buah jaring pengaman untuk masing-masing sepuluh rumah warga yang berdampak,” kata Eddy Masyami.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu, warganya yang tinggal dipinggiran sungai itu ketakutan dan sempat kaget akibat munculnya sang binatang buas itu naik keteras rumah panggung warga karena air pasang tinggi.
Dengan diberikannya bantuan jaring pengaman ini, kata Eddy, setidaknya memberikan rasa aman dan nyaman warga untuk beraktivitas lagi.
Eddy berpesan, kepada warga agar berhati-hati saat bekerja yang keterikatan dengan pinggiran sungai, dan selalu waspada untuk itu kita harus berhati-hati.
Dia berharap, dengan adanya bantuan ini mudah-mudahan saja bisa mengurangi rasa trauma masyarakat yang berdiam dibantaran sungai, yakinnya.
Namun, dia katanya, kalau sebagian ada yang belum dapat agar tetap bersabar dan berhati-hati. Untuk tahun depan akan kita usulkan lagi penambahan alat jaring pengaman itu.
Kepada warga agar waspadalah, jangan sampai langsung bersentuhan dengan air kali sungai Mentaya sebelum ada rengge pengamannya. Setidaknya kalau mengambil air mengunakan menggunakan gayung timba yang bertali, pesannya.
Lanjutnya mengharapkan, mudah-mudahan kepada dinas dan instansi terkait lainnya memberikan solusi bagaimana bisa mengatasi masalah ini bersama, pintanya.
Sementara, kepala desa Hanaut, Ardiansyah menambahkan, warganya yang tinggal persis dibibir pantai kali Mentaya sangat berterima kasih atas kepedulian kecamatan memberikan bantuan jaring pengaman kepada warga disini.
Menurutnya, sebenarnya masih ada beberapa Rukun Tetangga (RT) yang berbatasan langsung dengan daerah yang rawan binang buas itu, yakni, pulau Lepeh dan Pulau Hanaut yang memang menjadi habitatnya binatang buaya tersebut.
“Penduduk yang tinggal disepanjang bantaran sungai ada sebanyak 4 RT, berjumlah sebanyak 82 Kepala Keluarga,” ujar kades.
Kami sebagai pemerintahan desa berterima kasih atas bantuan jaring pengaman yang diberikan kepada rumah tangga yang berdampak, mudah-mudahan tahun depan warga kami bisa menerima bantuan itu lagi, ujarnya. (mar/beritasampit.co.id)